RAPAT KOORDINASI TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING KABUPATEN PASURUAN
- Dec 11, 2025
- Taufik Hidayat
Kamis, (11/12) rapat koordinasi Tim percepatan penurunan stunting di laksanakan oleh dinas P3AP2KB di ruang rapat, yang dihadiri oleh camat, kepala desa, kepala Puskesmas, kader kesehatan di wilayah lokus stunting di delapan kecamatan.
Diano, asisten satu kabupaten Pasuruan membuka acara dengan menekankan, kita harus mencetak sejarah bahwa di masa depan tidak ada lagi stunting di kabupaten Pasuruan. Mengoptimalkan seribu hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting.
Kader kesehatan di tingkat desa mengapresiasi kerja kader telah melakukan pendampingan. Upaya penurunan stunting tidak hanya satu pihak saja, kita harus bekerjasama dengan smua pihak agar bisa mewujudkan Pasuruan zero stunting.
Staf ahli bidang pembangunan kabupaten Pasuruan, Diana, tahun 2024 ada kegiatan gemar makan ikan dan terfakus di kecamatan Wonorejo. Saat ini kecamatan puspo tertinggi stunting, bisa jadi karena dataran tinggi sehingga serapan protein makan ikan sedikit. Desa karang kecamatan Winongan dan puskesmas Ngempit juga tertinggi, ada di empat desa, yaitu desa Klampisrejo, Slambrit lebih dari sepuluh persen.
Dinas kesehatan melakukan survey di posyandu di bulan timbang Agustus ada selisih data dan perlu di sinergikan di seluruh Puskesmas, sekarang ada penurunan stunting. Ke depan menindaklanjuti penurunan stunting jangan sampai ada selisih data.setelah ini ada komitmen dan berita acara yang di tandai tangani bersama.
Staf ahli bidang politik dan pemerintahan, alfi ayu, bahwa di tahun 2026 ada delapan kecamatan yang ada kasus stunting, antara lain Wonorejo, Paserepan, kraton , Bangil.
Akan ada satu data yang bisa di buat apapun di kabupaten Pasuruan, membuat rencana kegiatan berbasis data, mana yang lebih di butuhkan akan di dahulukan. Interogasi dari dinas pertanian dan peternakan akan suport protein di lembaga tersebut. Setiap desa atau kecamatan harus ada inovasi untuk penurunan stunting. Bisa bekerjasama dengan masyarakat yang lebih mampu atau CSR bisa ada pembinaan untuk yang stunting.
Eka wara asisten tiga, tahun depan akan ada penggabungan dinas, keberhasilan pemerintah adalah kordinasi, misalnya kordinasi dengan Kominfo akan menyampaikan tentang stunting, IPM di kabupaten Pasuruan di bawah dua puluh, padahal UMK kabupaten Pasuruan nomor empat, masyarakat sudah sejahtera, ada ketimpangan dan kontradiksi. Ketiga ada permasalahan maka harus ada progres penyelesaian. Perencaan dan mengkoordinasikan jika masalahnya sudah di ketahui. Yang terakhir mengevaluasi segala kegiatan.