NUANSA MAJA PAHITAN DI PINTU MASUK DESA KLAMPISREJO
- Apr 30, 2026
- Taufik Hidayat
Desa berasal dari bahasa Sansekerta desha atau deca yang berarti tanah air, tanah asal, tanah kelahiran atau wilayah. Istilah ini merujuk pada tanah tumpah darah atau kampung halaman. Konsep ini berakar dari kebiasaan di Jawa, Madura, dan bali untuk menyebut tempat asal, itu kutipan kata desa di tautan ringkasan AI.
Pemerintah desa Klampisrejo terus berbenah untuk memperindah wajah desa atau di sekitar lingkungan kantor desanya, hal ini di buktikan dari setiap tahun membangun bebepara gapura di setiap pintu masuk menuju desa Klampisrejo, bukan hanya membangun gapura tapi juga penuh filosofi, konsep maja pahitan tampak di setiap gapura dengan menggunakan batu bata asli dari Mojokerto.
Pembangunan yang di mulai dari tahun 2019 ini di mulai dari gapura pintu masuk di pinggir jalan kabupaten yang menghubungkan Sidogiri dan warung dowo. Bukan hanya batu bata saja yang di datangkan dari Mojokerto_ tenaga ahlinya pun dari sana, jadi memang betul betul orang yang menguasai di bidangnya yang menata bata menjadi gapura yang indah.
Ada nilai filosofis tersendiri dalam membangun gapura, di setiap lekukan batu bata ada makna yang terkandung di dalamnya, seperti tukuh tingkat pada bagian tertentu melambangkan angka tujuh dalam bahasa Jawa "Pitu" yang berarti pitulungan "pertolongan", lambang tameng Maja pahit di bagian tengah yang berguna untuk menangkal kejelekan yang akan masuk, tegas jumali, tukang gapura.
Pada tahun ini di laksanakan pembangunan di gapura masuk area perkantoran dan balai desa Klampisrejo, secara bertahap nuansa kerajaan ini akan terus di bangun menghiasi setiap gang RT se wilayah desa Klampisrejo.tujuan pemerintah Klampisrejo agar para generasi muda tidak melupakan sejarah kebudayaan leluhurnya.